Buka puasa bersama teman selalu jadi momen yang paling ditunggu di bulan Ramadan. Selain jadi ajang kumpul-kumpul, acara ini juga penuh dengan tawa, cerita, dan nostalgia.
Hari itu, kami sudah janjian sejak jauh-jauh hari untuk buka puasa bersama di sebuah rumah makan favorit di kota. Sejak siang, grup chat rame dengan obrolan tentang siapa yang datang duluan, siapa yang bawa kamera buat foto-foto, sampai siapa yang bakal telat (karena dia memang selalu telat setiap acara).
Menjelang sore, satu per satu mulai berdatangan. Ada yang sudah lama nggak ketemu, ada yang masih sering nongkrong bareng, tapi semua langsung akrab seperti dulu. Obrolan ngalor-ngidul, dari kerjaan, kuliah, sampai kenangan masa sekolah. Tawa pecah saat ada yang mulai membuka cerita konyol zaman dulu.
Menjelang magrib, meja penuh dengan makanan—ada yang pesan nasi goreng, sate, ayam penyet, dan tentu saja minuman manis yang menyegarkan. Begitu adzan berkumandang, semua langsung menyerbu es teh manis dan kurma. Suasana jadi lebih khusyuk saat semua menikmati hidangan setelah seharian berpuasa.
Setelah makan, sesi foto-foto wajib dilakukan. Pose formal, candid, sampai yang konyol semua diabadikan. Rasanya nggak lengkap kalau buka bersama tanpa foto buat kenang-kenangan. Waktu berjalan begitu cepat, dan akhirnya kami harus berpisah dengan janji untuk bertemu lagi tahun depan.
Buka bersama memang bukan sekadar soal makan, tapi juga soal kebersamaan. Momen yang selalu dirindukan setiap Ramadan.
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar