Di SMK 2, ada peraturan unik yang mewajibkan setiap siswa yang beragama Islam untuk melaksanakan salat Zuhur di mushalla sekolah. Setelah selesai salat, siswa juga harus mengirimkan bukti berupa foto atau video kepada guru mata pelajaran keagamaan sebagai bentuk laporan.
Awalnya, banyak siswa yang merasa ini agak merepotkan, terutama yang belum terbiasa salat berjamaah di sekolah. Namun, seiring waktu, aturan ini justru membawa banyak manfaat. Mushalla yang tadinya sepi di jam istirahat kini selalu ramai dengan siswa yang datang untuk salat bersama.
Setiap selesai pelajaran sebelum Zuhur, sebagian siswa langsung bergegas mengambil wudu dan bersiap di mushalla. Ada juga yang agak santai, menunggu teman-temannya agar bisa berangkat bareng. Setelah salat, mereka pun mengabadikan momen, ada yang benar-benar niat berfoto dengan khusyuk, tapi ada juga yang sekadar ingin cepat mengirim bukti agar tidak ditegur guru.
Di sisi lain, guru agama selalu mengingatkan bahwa tujuan utama aturan ini bukan sekadar mengirim bukti, tetapi membiasakan salat tepat waktu dan menumbuhkan kebiasaan baik di lingkungan sekolah. Beberapa siswa yang awalnya malas-malasan justru mulai merasa nyaman dan terbiasa. Bahkan, ada yang akhirnya selalu semangat datang lebih awal agar bisa duduk di saf depan.
Dengan adanya aturan ini, kebersamaan dalam ibadah pun semakin terasa. Mushalla bukan lagi sekadar tempat salat, tetapi juga menjadi tempat berkumpul, berdiskusi, dan mempererat hubungan antar siswa. Pada akhirnya, meski awalnya dianggap sebagai kewajiban, banyak yang menyadari bahwa aturan ini membawa dampak positif bagi kedisiplinan dan kebiasaan ibadah mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar